banner 728x250
OPINI  

Wajah Kelam Anak Indonesia

banner 120x600
banner 468x60

OPINI—Berbagai jenis kejahatan mengintai anak-anak Indonesia saat ini. Eksploitasi anak terus terjadi dengan berbagai cara termasuk mekanisme cara haram demi meraup cuan. Tidak peduli apakah itu melanggar norma agama atau tidak yang penting mendapatkan keuntungan. Seperti  yang beberapa hari ini terjadi, ditangkapnya mucikari kasus prostitusi anak dibawah umur oleh Polda Metro Jaya. Polda Metro Jaya menangkap seorang perempuan berinisial FEA (24 tahun), muncikari pada kasus prostitusi anak di bawah umur atau perdagangan orang melalui media sosial. “Kami melakukan upaya paksa terhadap tersangka yang diduga terkait prostitusi atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO),” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan di Jakarta, Ahad (24/9/2023).
Ade menyebutkan, dua anak terjerat dalam kasus prostitusi tersebut, yakni SM (14) dan DO (15) yang mengenal pelaku dari jaringan pergaulan. Pelaku ditangkap pada Kamis (14/9). SM mengaku melakukan pekerjaan tersebut dengan tujuan ingin membantu neneknya. Korban dijanjikan mendapatkan uang sebesar Rp 6 juta. Kemudian, DO juga pertama kali dipekerjakan oleh pelaku yang menjanjikan diberi uang sebesar Rp 1 juta.
FEA memulai bisnis haram ini sejak bulan April 2023 hingga September 2023. Ia mengajak para korban melalui jaringan pergaulan. Tersangka diketahui mendapat bagian 50% dari transaksi. Ditempat yang berbeda juga terjadi hal yang serupa, pengelola panti asuhan Yayasan Tunas Kasih Olayama Raya Medan, Sumatera Utara, Zamaneuli Zebua, mengeksploitasi 26 anak di panti tersebut demi mendapatkan donasi. Donasi yang terkumpul digunakan untuk keperluan pribadi pelaku. Total dalam sebulan Zamaneuli dan istrinya memperoleh keuntungan berkisar Rp 20 juta-Rp 50 juta per bulan. Zamaneuli mulai menjalankan aksinya pada awal tahun 2023. Dia banyak mengunggah video anak panti yang menampilkan kesedihan demi mendapat saweran dari para netizen. Sungguh miris kondisi kelam anak bila melirik fakta tersebut. Itupun hanya sebagian kecil dari yang belum terungkap, sungguh tak bisa dibayangkan nasib anak penerus bangsa ini kelak.
Anak seharusnya mendapatkan haknya untuk bisa menikmati masa pertumbuhan mereka dengan baik. Penjaminan keamanan anak sangat berpotensi dalam memelihara bibit bangsa ini kelak untuk meneruskan estafet peradaban di masa depan. Walaupun sudah ada UU terkait Perlindungan Anak tapi nyatanya itu belum mampu memberikan keamanan yang baik bagi anak bangsa ini. Didalam jerat kapitalisme yang sekuler saat ini, sangat berpengaruh bagi lingkungan tempat anak tumbuh. Pola kehidupan masyarakat tergantung pada pandangan mereka terkait kehidupan.
Saat ini masyarakat benar-benar mengadopsi asas sekuler (pemisahan agama dalam kehidupan). Seperti pada berbagai fakta yang kita temui bahwa hari ini manusia mudah saja memanfaatkan sesama mereka demi sebuah keuntungan yang sifatnya jasadiyah (fisik) saja.
Realita yang ada membuktikan bahwa sistem yang di pakai oleh negara tidak memberikan tempat aman bagi anak-anak generasi penerus bangsa. Tunas muda harapan bangsa ini terjebak kubangan lumpur maksiat sistem buatan manusia yang sukses menjauhkan dirinya dari ajaran syariat Islam Kaffah yang seutuhnya. Hal ini sangatlah merusak tatanan hidup anak-anak kita, terancam dan di ambang kehancuran.
Solusi Tuntas Hanya dengan Islam
Berbeda dengan Kapitalisme yang lepas tangan dengan urusan seluruh rakyatnya termasuk anak-anak. Islam memiliki metode unik dan shahih sebagai Solusi hakiki perlindungan terhadap anak. Yaitu dengan mengembalikan aturan untuk mengatur masyarakat  hanya kepada sang pencipta manusia.
Berikut adalah mekanisme Islam dalam melindungi anak, Islam membangun pendidikan berlandaskan akidah Islam, menerapkan syariat yang akan melindungi nyawa anak, menjamin pemenuhan hak anak sejak dalam kandungan sampai dewasa, mewajibkan bekerja bagi laki-laki, mengatur media massa dan sosial sehingga tidak melanggar hak-hak anak, melarang segala jenis prostitusi, termasuk pada anak, mengurusi anak-anak terlantar sehingga bisa hidup layak, mewujudkan kesejahteraan ekonomi, memberiman sanksi tegas bagi setiap orang yang merampas hak-hak anak, dan mendorong masyarakat untuk amar makruf nahi mungkar.
Islam mewajibkan negara untuk menjamin kesejahteraan rakyatnya, termasuk anak, sehingga anak dapat hidup aman, dan tumbuh kembang secara sempurna. Islam mewajibkan anak yang belum balig berada dalam pengasuhan orang tuanya yang hidup sejahtera.  Aturan Islam berdiri diatas sistem pemerintah yang disebut Khilafah. Dalam jaminan keamanan, anak akan di urus dengan baik sebab salah satu fungsi Khilafah yakni sebagai maqasidus syariah yang akan menjaga dan melindungi anak. Hanya dengan Islam wajah kelam dan derita anak negeri ini akan berakhir dan berganti dengan kebahagiaan.
Wallahu`alam bisshawab

Penulis: Irmawati, S.Pd, M.Pd.I

banner 325x300

Tulisan ini diluar tanggung jawab redaksi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *