banner 728x250
OPINI  

Peserta Didik Tidak Memiliki Keterampilan Dasar, Kok Bisa ?

banner 120x600
banner 468x60

Opini –  Dewasa ini, bahwa yang menjadi tolak ukur atas keberhasilan peserta didik itu lebih dipusatkan pada tenaga pengajar (guru) namun faktanya bahwa keberhasilan suatu peserta didik itu tidak hanya dimulai dari kemampuan/keberhasilan  setiap guru. Karena guru hanya mengajar disekolah dengan  memiliki keterbatasan waktu dan tidak mampu membersamai peserta didik selama 24 jam. Seperti pada peristiwa di SMP 11 Kota Kupang tidak bisa baca ,tulis dan membedakan abjad. Hasil asessment kognitif  peserta didik baru SMPN 11 Kota Kupang yang dilakukan pada bulan Juni 2023 menemukan sebanyak 21 pelajar  tidak bisa membaca, menulis hingga membedakan abjad. Dan mendapati masih ada anak yang tidak bisa baca, menulis, masih mengeja bahkan ada yang tidak bisa bedakan abjad,” kata Kepala Sekolah SMPN 11 Kota Kupang, Warmansyah, Rabu 9 Agustus 2023.

 

banner 325x300

Hal yang sama terjadi juga pada para peserta didik di Asia Pasifik tak memiliki keterampilan pendidikan dasar, yang mengherankan lagi seharusnya mereka sudah mampu beradaptasi dan mengenal abjad namun kenyataannya kebanyakan diantaranya masih sangat kurang dalam mengenal abjad dan  akibat kurangnya pengetahuan dalam hal ini dapat juga menghambat segala aktifitas mereka dalam berkomunikasi dengan lingkungannya.  Sehingga mengalami banyaknya kemunduran minat belajar anak – anak di Asia pasifik ini tentunya dikarenakan kurangnya peranan orang tua dan keterbatasan fasilitas belajar peserta didik yang utamanya mempengaruhi faktor pembelajaran termasuk pendapatan keluarga, kesehatan, dan akses terhadap bahan pembelajaran, namun ketika seorang anak bersekolah,  guru memiliki pengaruh yang paling besar. Namun demikian, menurut data dari beberapa negara di kawasan ini, guru seringkali masih memiliki pengetahuan yang terbatas tentang mata pelajaran yang mereka ajarkan.

 

“Untuk mengetahui pengetahuan awal siswa, kita dapat menerapkan assessment kognitif,” dengan cara ini kita dapat membangun kemampuan peserta didik dan akan di mulai pada dua tahun belakangan ini atau pasca pandemi Covid-19. Pada tahun pertama penerapan  ditemukan belasan  pelajar  yang punya kemampuan baca tulis tidak bagus. Bahkan, seorang siswa sangat sulit membaca.

 

Penelitian awal itu dilakukan dengan bacaan, lalu pelajar diberi kesempatan untuk memahami bacaan singkat. Setelah itu hasil kecakapan mereka menanggapi bacaan beberapa paragraf atau beberapa kalimat masih sangat tergolong lambat. Seharusnya, pelajar yang memahami mengenai bacaan maupun membedakan abjad sudah diperoleh saat masih di bangku kelas 1 dan 2 sekolah dasar (SD) atau kategori fase A, dalam konsep Merdeka Belajar. Keadaan yang hampir sama ditemui pada tahun ajaran  2023. Dari 21 pelajar yang berkategori tidak cakap baca tulis, satu anak nyaris tidak bisa baca dan tulis. Bahkan untuk mengeja abjad, dari A – E. Selebihnya siswa itu tidak bisa lagi. Sementara ada enam pelajar  yang lainnya tidak bisa membaca sebuah kalimat utuh. Perlu mengeja dengan pelan agar  pelajar itu bisa menyebut sebuah kalimat dengan baik. Sisanya, menurut Warmansyah, juga memiliki kategori beragam seperti membaca harus dengan pelan hingga menanggapi sebuah tulisan yang lambat. Keadaan yang hampir sama ditemui pada tahun ajaran  2023. Dari 21 pelajar yang berkategori tidak cakap baca tulis, satu anak nyaris tidak bisa baca dan tulis. Bahkan untuk mengeja abjad, dari A – E. masih sangat terbata –batah dan Selebihnya siswa itu tidak bisa lagi.

 

Akibat peserta didik mengalami kemunduran membaca dan menulis dikarenakan kurangnya motivasi pada mereka dan banyaknya gangguan, sulit berkosentrasi, kurangnya perhatian dari kedua orang tua sehingga keinginan belajar mereka menurun, dan kemungkinan besar terjadinya kemunduran dalam baca tulis pada mereka karena mereka kekurangan sumber daya belajar yang tepat serta fasilitas juga yang masih sangat terbatas.

Dan sebaiknya upaya pemerintah setempat dengan sigap menyikapi permasalahan apa yang terjadi pada peserta didik khsusnya dibangku sekolah dasar karena dengan bantuan perhatian pemerintaah setempat juga sangat penting untuk pendidikan di kota kupang dan utamanya dalam peningkatan kemampuan belajar peserta didik dalam baca,tulis yang masih sangat memprihatinkan. Karena seharusnya, pelajar yang memahami mengenai bacaan maupun membedakan abjad sudah diperoleh saat masih di bangku kelas 1 dan 2 sekolah dasar (SD) atau kategori fasa A, dalam konsep Merdeka Belajar.

Seperti yang kita ketahui bahwa penunjang kehidupan saat ini adalah sekularisme, kemungkinan akan membawa banyak dampak negatif karena di balik megahnya modernisasi dan kemajuan peradaban fisiknya, tersimpan masalah dimana peserta didik tidak memiliki kemampuan dasar hal ini sangat merugikan bagi peserta didik khsusnya didaerah ini serta memicu kemunduran mekanisme belajar mereka yang sangat memprithatinkan. dengan demikian, kita butuh gambaran dan paradigma sistem pendidikan lain yang berbeda dari sistem pendidikan saat ini. Dengan adanya pendidikan gratis di Indonesia yang mengarah kepada pendidikan gratis berkualitas atas dasar akidah islam, dengan berpedoman kepada kurikulum pendidikan dalam islam yang dapat mencetak generasi berkualitas yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan dalam dunia pendidikan  dan akan menjadi sebagai agen perubahan yang gemilang.

 

Berikut beberapa ayat Alquran tentang pendidikan yang bisa dijadikan pedoman bagi umat Islam. Pada surat An-Nahl: 125, Allah SWT memerintahkan umat Nabi Muhammad SAW menuju ke jalan yang benar dengan cara yang baik sesuai dengan tuntutan Islam. Siapa pun yang ingin berilmu, raihlah pendidikan dengan benar, bijak, dan dengan pengajaran yang baik.

 

Perkembangan dunia pendidikan secara islam mempunyai sistem pendidikan yang unik, karena semuanya sudah diatur dan jelas sistematis dan sempurnah dalam islam. Adapun hak sebagai gambaran secara umum mengenai sistem pendidikan dalm islam diantaranya: Pertama, kurikulum pendidikan Islam berdasarkan akidah Islam. Karena itu, seluruh bahan pelajar dan metode pengajaran ditetapkan berdasarkan asas tersebut. Tidak dibolehkan adanya penyimpangan, walaupun sedikit, dari ketentuan tersebut. Kedua, strategi pendidikan adalah untuk membentuk ‘aqliyyah dan nafsiyyah Islam. Oleh karena itu, semua bahan pelajaran yang hendak diajarkan disusun berdasarkan strategi tersebut. Ketiga, tujuan pendidikan adalah untuk membentuk kepribadian Islam, membekali khalayak ramai dengan ilmu pengetahuan serta sains yang berkaitan dengan masalah kehidupan. Karena itu, metode pendidikan disusun untuk mencapai tujuan tersebut. Tidak dibolehkan adanya metode yang mengarah pada tujuan yang lain, atau bertentangan dengan tujuan tersebut. Keempat, waktu pelajaran ilmu-ilmu Islam dan bahasa Arab yang diberikan setiap minggu harus disesuaikan dengan waktu pelajaran ilmu-ilmu pengetahuan yang lain, baik dari segi waktu maupun jumlah jamnya. Kelima, pengajaran sains dan ilmu terapan seperti matematika, fisika harus dibedakan dengan pengajaran tsaqâfah. Ilmu-ilmu terapan dan sains diajarkan tanpa mengenal peringkat pendidikan, tetapi mengikuti kebutuhan. Keenam, tsaqâfah Islam wajib diajarkan pada semua level pendidikan. Di level universitas, hendaknya dibuka berbagai jurusan dalam berbagai cabang ilmu keislaman. Di samping itu, bisa dibuka jurusan lain, seperti teknik dan sains. Ketujuh, seni dan keteramprilan bisa dikategorikan sebagai ilmu terapan dan sains, seperti bisnis, pelayaran, dan pertanian. Semuanya mubah dipelajari tanpa terikat dengan batasan atau syarat tertentu. Kedelapan, program pendidikan hendaknya seragam. Program apa saja hendaknya sama dengan program yang telah ditetapkan oleh negara. Tidak ada larangan untuk mendirikan sekolah swasta, tetapi dengan syarat sekolah-sekolah tersebut mengikuti kurikulum pendidikan negara dan tunduk kepada kurukulum, strategi, dan tujuan pendidikan yang ada. Dengan syarat, sekolah tersebut bukan sekolah asing. Kesembilan, mengajarkan masalah yang diperlukan oleh manusia dalam kehidupannya merupakan kewajiban bagi setiap individu, baik laki-laki maupun wanita. Program wajib belajar berlaku untuk seluruh rakyat pada level sekolah dasar dan menengah. Kesepuluh, negara menyediakan perpustakaan, laboratorium, dan media belajar-mengajar yang lain, di samping membangun sekolah dan universitas untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang ingin melanjutkan penelitian dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan tsaqâfah, seperti fikih, ushul fikih, hadis, dan tafsir, atau bidang ideologi, teologi, kedokteran, teknik, kimia, maupun eksperimental sehingga negara akan bisa melahirkan sejumlah mujtahid dan para saintis. Kesebelas, tidak bisa memberikan hak istimewa dalam mengarang buku-buku pendidikan untuk semua level. Seseorang, baik sebagai pengarang ataupun bukan, tidak bisa mempunyai hak cipta atau hak terbit apabila sebuah buku telah dicetak dan diterbitkan.

 

Sedangkan tsaqâfah Islam diajarkan pada tingkat sekolah rendah hingga menengah atas dengan kurikulum pendidikan yang tidak bertentangan dengan konsep dan hukum Islam. Karena tidak menuangkan aturan –aturan yang tidak sahih sehingga dapat di ikuti dengan konsep pendidikan yang berlaku. Sedangkan di tingkat universitas bisa diajarkan secara utuh, baik tsaqâfah Islam maupun non-Islam, demikian juga ilmu terapan dan sains, dengan syarat tidak menyimpang dari tujuan dan kebijakan pendidikan. Namun, di sisi lain juga bisa dimasukkan dalam kategori tsaqâfah, jika telah terpengaruh dengan pandangan hidup tertentu. Seperti seni lukis, ukir, dan pahat. Yang terakhir ini tidak bisa dipelajari, jika bertentangan dengan pandangan hidup Islam, karena memiliki aturan khusus apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Adapun alasan para Nabi Muhammad SAW tidak boleh digambarkan dalam bentuk patung, gambar, atau lukisan adalah karena khawatir bahwa representasi tersebut dapat menimbulkan wasilah atau perantara dalam beribadah kepada Allah SWT bagi sebagian ummat Islam. Inilah gambaran secara umum mengenai sistem pendidikan yang pernah ada dalam negara Islam.

 

Wallahu alam bishawab.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *